Dan ia pun akhirnya bersuara,
tolong sampaikan nada yang terdengar di telinga hati
dan juga tarian yang terlihat di mata jiwa.

bersama dawai yang bersuara
ku sampaikan semua iramanya,
ku sampaikan suara dawai hati dan jiwa.

-ifan, 2005-

tersirat di balik tirai kata

bersamanya
biarkan malam ini aku terbang
bersamamu di dalam angan
biarkan saat ini aku melayang
manjakan bayangmu dalam kerinduan

bersamamu,kutemukan kebahagiaan
tanpamu,kurasakan arti kehilangan
namun sekarang kuhanya bisa membayangkan
semua keindahan yang dulu pernah aku impikan



akhir cerita
reruntuhan berserakan di tanah sendiri
menutupi taman yang dulu tertata rapi
resah gundah, entah apa yang terjadi

penggalan cerita mungkin tak akan kembali
ribuan kata pun tak lagi cerminkan hati
serentak sirna bersama keadaan yang mati

makna hati pun akhirnya tersirat lagi
yang hanya tertuang dalam susunan puisi
dan akhirnya terkulai layu di ujung hari



waktu
detik mengejar menit
detik pasti selalu melewati
menit terus bergerak maju
karena memang seharusnya begitu

waktu melangkah dengan angkuhnya
tanpa menoleh yang telah lalu
tapi kenapa aku harus menunggunya?
Yah.., mungkin aku tak akan pernah tau


{ ifan 09-04-2005 }

0 Komentar ««:

Newer Post Older Post Home