tolong sampaikan nada yang terdengar di telinga hati
dan juga tarian yang terlihat di mata jiwa.
bersama dawai yang bersuara
ku sampaikan semua iramanya,
ku sampaikan suara dawai hati dan jiwa.
-ifan, 2005-
"I'll stay.. Not because you ask me to..
But because i want to.."
"when i think bout u.... i can't stop smiling ^___^"
"If i would be a tear in your eyes, i will roll down on your cheek and die on your lips,
and if you would be a tear on my eyes, i will never cry by a fear of losing".
(to be continued..)
I hate every minutes without you
I hate every seconds without you
I hate every moments without you
I hate my self being without you..
Coz i need you.. coz i love you..
Yes..
I do love you..
4.ReSz
bersama rindu berbingkai mutiara
dalam kebisuan hasrat tak terungkap
bayang-bayang kemesraan dalam lelap
dalam alur waktu yang tak bersuara
KAAaaanGeEEennnNNnnNN..!!!!
(perhatian..! bukan kangen band maksudnya~ >.<)
lunglai daun daun kering
terpuruk mimpi ditinggalkan
kian tambatkan perih dalam laluan
tinggal aku dengan tungkai berduri
langkah-langkah kaki yang lumpuh
terhantuk batu luka menganga
teruskan dalam tempias merah
lampaui terus sempadan hati
dan jari-jari mulai kaku
dalam cerita yang terpancung
dalam senarai asa yang tertunda
ku Pejamkan mataku, ku rebahkan badan lelahku
kubiarkan sejenak ketenangan menemaniku
kuizinkan kedamaian membelai lembut rambutku
menciumi keningku.. menjamahi seluruh jiwaku
kubiarkan kebahagiaan mengambil alih seluruh waktuku
hmmm....
...
...
Ssst!!......Jangan ganggu aku.
Dawai hati bersuara,
melantunkan nada-nada yang indah.
mengiringi peri-peri kecil menari di taman hati sang bidadari.
betapa aku ingin duduk disana, di hatinya, di dalam cintanya.
Dan.. dawai hati pun terus bersuara..
Senarai mimpi terilhami oleh gemulainya lenggok tarian peri malam.
Diatas bintang yang bertaut disela-sela kerinduan.
Ku ingin sisipkan tulusnya harapan..akan hadirmu dalam pelukan.
indah lantunan syair dalam goresan pena sebuah cinta.
makna tersirat, kian bersambut dalam ruas baitnya
beriring suku katanya.. yang haturkan setiap kasih dalam segenggam angan.
angan terbungkam dalam seribu tanda tanya dan kebimbangan..
angan yang merindukan kenyataan
wajah murung yang hanya sebagai figuran
yang beku dalam gelapnya nuansa.
yang diam tertunduh lesu,
yang bertanya selalu dalam lubuk hatinya,
mungkinkah besok aku bisa melihat matahari yang lebih terang.
tanpa tertutupi kabut tebal seperti kemarin?
mungkinkah ada rembulan yang bersinar cerah malam ini?
cerah seakan bertahta diatas atap rumahku?
oh dawai dawai yang bersuara
bunyikan lagi suara keceriaan yang dulu selalu kau lagukan
bersama tarian tarian surga yang bergemulai mengitari taman hati sang bidadari.
oh.. indah sekali. mungkin kah akan seperti itu lagi?
Dalam renungan kutuangkan cerita. dalam barisan kalimat sendu,
berbait bait, hanyutkan kepedihan dalam derasnya arus waktu
bermuara pada luasnya lautan kasih sayang, yang lebih memberikan harapan
dan akhirnya akupun menyerahkan semua padaNya
pada satu arah angin, yang kemana akan membawa bongkahan rasa perih.
hingga akhirnya tertambat pada tepian dunia yang dipenuhi oleh senyuman
